Judulnya agak aneh ya sob.. tapi jangan pikir yang aneh-aneh dulu yah.. Tulisan ini sih cuman sedikit ungkapan unek-unek dihati saja...
Aneh saja ada seseorang yang suka lebih ngebelain burung dari pada dirinya sendiri...
Burungnya konon sakti loh? tapi saya sendiri yakin belum ada yang pernah liat kesaktiannya, saya yakin ga ada juga yang pernah melihat burung itu terbang.
Tetapi si pembela burung ini, acap kali berkata kepadaku dengan nada yang ingin memojokan pendirianku.
"Kalo gak suka ama si burung, apalagi gak mau menuruti aturannya maka enyah saja pergi jangan tinggal disini."
Seharusnnya kamu yang enyah, bumi inikan milik Tuhan, Kalo gak mau pake aturan tuhan enyah saja dari buminya tuhan.
Kalo udah gitu dia jago sekali ngelesnya dengan mengatakan "bahwa burung itu pada prinsipnya itu dari tuhan juga."
Coba deh pikir mana letak ketuhanannya kalo yang dipake itu aturan dari tuhan yang hanya sepotong-sepotong. Ini sangat berkesan burung itu hanya menyomot
aturan Tuhan yang sesuai keinginnanya saja. "ibaratkan
merobek-robek kitab dan mengambil sehelai demi sehelai robekannya yang
mereka sukai saja, yang tidak disukai, ya dia buang.
"Aneh katanya sayang dan bangga banget sama tanah air ini tapi gak peduli sama nasibnya!"
Eh tunggu dulu siapa yang bilang benci sama tanah air ini, siapa yang gak sayang dengan tanah kelahirannya. Tapi kenapa juga kita berpikir
sebatas wilayah kecil, kenapa juga kita gak pernah bilang bahwa
kita itu dilahirkan di bumi (tanpa batasan wilayah).
Lu dah kegilaan sama burung sih.. nih saya jelasin, Nasionalisme = nasi+Onalisme (terserah gw) yaitu produk
kaum imperialisme untuk mempermudah pencapaian tujuannya. Ya tujuan yang sama,
otaknya hanya mikirin materi yang hasilnya tetap aja jadi ee.
Coba bayangin deh, tempat tinggal manusia kan bumi yang notabennya sangat besar kok sekarang terasa sempit. Itulah yang mereka perbuat
mereka membuat sekatan-sekatan dibumi dan orang-orang seperti berada kandang mirip burungnya pak lurah.
Nah orang indonesia mendiami kandang
senusantara aceh hingga merauke, orang amerika yang
mendiami benua amerika.
Lebih ironisnya kita sebagai manusia malah gak bisa keluar
kandang sama sekali, kalo burung pak lurah bisa aja kabur dan terbang bebas, coba
kalo kita mau keluar bebas ya paling ke kandang yang lain itu juga mesti mengikuti prosedur tetek bengek yang hasilnya
cuman secuir kertas legalitas, paspor dan yang lainnya.
Sedih banget kan?
Ini ada contoh peristiwa yang sobat pasti juga sering
mendengarnya.
Yah peristiwa itu menimpa sahabat kita Tenaga Kerja Indonesia
(TKI) yang bekerja di negeri jiran. mereka di incar bahkan perlakuannya seperti memburu binatang saja. Kawan-kawan pasti pernah mendengar bahwa mereka itu kalo sedang
di incar pemerintah malaysia mereka hanya sembunyi di hutan-hutan untuk menghindari para aparat pemerintahan malaysia.
Coba kenapa itu terjadi kenapa pemerintah malaysia yang notabennya
sebetulnya sahabat kita serumpun kok berlaku seperti itu. Kenapa juga para TKI itu di
incar mereka kan mau kerja bukan mau mencuri . huh dasar hanya gara-gara secuir
kertas legalisasi masa sekejam itu memperlakukannya. katanya TKI itu pahlawan devisa kok malah gak dibelain.
Ya beginilah kalo bumi ini disekat-sekat.. masih mau disamain sama burung?
Moga saja dapat membuka pikiran kita untuk melihat sesuatu lebih besar lagi tanpa tersekat-sekat oleh aturan yang tidak sesuai dengan fitrah manusia itu sendiri. karena sebagai manusia harus mampu menemukan kebebasan yang tersembunyi dalam hati-hatinya masing-masing.
Denons.

tulisanmu memang te o pe banget,sesuai dengan realita :D
ReplyDeletemasih sangat butuh belajar.. makasih berkenan mampir disini
Deletelucu pada bagian ini ngakak :D materi gila materi ujung2nya tetap aja jadi ee
ReplyDeleteMudah2an gak jadi malah jijik.. hehehe.. makasih comment dan mampirnya
DeleteMuantappp bang artikelnya keren.
ReplyDeleteterima kasih kang masih sangat perlu belajar..
Deletemantap tulisannya, semoga kita semua menjadi manusia yang lebih baik lagi semuanya
ReplyDeleteAamiin ... terima kasih kunjungannya kang ..
Delete