Tidak seorang pun di dunia ini yang tidak pernah merasakan cinta, cinta selalu hadir dimana kita berada. Cinta selalu hadir mengisi sebagian jiwa kita dan melengkapi kehidupan kita.
Yah, cinta.
Tanpa hadirnya tidak akan ada yang istimewa antara kamu dan orang tuamu , tanpa hadirnya tak akan yang ada istimewa antara kamu dan sahabat-sahabatmu, tanpa hadirnya takan ada yang istimewa antara kamu dan pasanganmu.
Begitulah indahnya cinta menghiasi dunia menjadi penuh dengan makna.
Namun tidak bisa di pungikiri cinta bisa disalah artikan bila kita tidak memahaminya.
Keingintahuan tentang cinta yang sering kita nikmati dalam kehidupan dan memahami apa cinta itu sendiri dari sisi yang berbeda.
Berawal dengan mencoba mendefinisikannya dan mencoba mencari wujud cinta itu sendiri :
Berawal dengan mencoba mendefinisikannya dan mencoba mencari wujud cinta itu sendiri :
kata orang yunani kuno cinta itu disebut Philia
Cinta dalam kamus besar bahasa indonesia yaitu suka sekali, sayang benar, kasih sekali.
Wikipedia mengatakan Cinta adalah sebuah emosi dari kasih sayang yang kuat dan ketertarikan pribadi. Dalam konteks filosofi cinta merupakan sifat baik yang mewarisi semua kebaikan, perasaan belas kasih dan kasih sayang. Pendapat lainnya, cinta adalah sebuah aksi/kegiatan aktif yang dilakukan manusia terhadap objek lain, berupa pengorbanan diri, empati, perhatian, kasih sayang, membantu, menuruti perkataan, mengikuti, patuh, dan mau melakukan apa pun yang diinginkan objek tersebut.
Kebanyakan dari kita selalu mengartikan bahwa cinta itu seperti cintanya orang tua kita, pasangan kita dan juga sahabat kita
Tapi apakah betul itu wujud dari cinta?
Kita akan mulai memusingkan otak kita dan mencoba beberapa contoh :
- bukan kah, seorang ibu yang rela menyusui bayinya itu adalah wujud dari cinta?
- Apakah cinta kasih kita dengan pasangan kita itu adalah wujud dari cinta?
- Apakah seorang kaya memberikan kasih sayang kepada yang miskin itu wujud dari cinta?
Pikirku yah, aku setuju, hanya sekiranya sebagai gambaran wujud dari cinta itu sendiri, yang bisa lebih kita diibaratkan seperti halnya pasangan kita memberikan sebuah bunga kepada kita. Bukan kah bunga hanya sebagai alat untuk menggambarkan cinta itu sendiri. Karena bunga tetaplah bunga dan cinta bukanlah bentuk wujud seperti bunga.
Kita bisa tahu sampai kapan pun cinta tidak akan bisa kita lihat oleh mata kita dalam bentuk wujud. Tetapi yah, manusia memiliki hak bebas sebebasnya dalam menggambarkan cinta.
Kita bisa tahu sampai kapan pun cinta tidak akan bisa kita lihat oleh mata kita dalam bentuk wujud. Tetapi yah, manusia memiliki hak bebas sebebasnya dalam menggambarkan cinta.
MMmm pikirku, mungkin disinilah letak kesalahan dimana manusia hanya memahami cinta dari gambarannya saja bukan sesungguhnya cinta itu sendiri.
Otak ini masih mencari jikalau mungkin telah melewati hal yang penting dalam keingintahuanku ini dalam memahami cinta.
wahahaha sekarang Lanturanku menuju sesuatu yang lain, hanya karena memiliki kesamaan halnya dengan cinta yang tidak berwujud.
Ini lah yang menyelinap pada otakku.
wahahaha sekarang Lanturanku menuju sesuatu yang lain, hanya karena memiliki kesamaan halnya dengan cinta yang tidak berwujud.
Ini lah yang menyelinap pada otakku.
Apakah kita bisa melihat sakit? Tentu saja tidak.
Kucoba dengan melakukan sedikit riset kepada temanku dengan cara mencubit pinggangnya, MMm ya teman ku sedikit terkejut dan sontak melihat ku dengan wajah yang menampakan sebuah kesakitan dengan raut sedikit cemberut. Hahaha wajar aku memang sengaja mencubitnya dengan keras supaya mendapat hasil yang maksimal.
Bersyukur cubitan maksimal ku tidak percuma, bukan karena ingin membuat temanku kesakitan melainkan tujuanku yang tercapai dan mendapati hal unik yang terkadang kita tidak pedulikan kehadirannya.
Betul aku memang tidak bisa melihat sakit yang nampak pada teman ku saat aku cubit, yang nampak hanyalah teman yang menggambarkan sebuah ekspresi kesakitan atas cubitanku, persis dengan pengalamanku saat anak ku yang sedang sakit badannya lemas, wajahnya sayup dan memelas. Saat itu seandainya rasa sakit itu berwujud aku akan segera membuangnya atau kalau bisa ingin ku memindahkannya kepadaku karena kesedihanku melihat penderitaannya,
Ya rasa sakit itu tidak bisa kita lihat, tapi kita bisa merasakannya. Sama hal nya cinta, kita tidak bisa melihatnya tapi bisa merasakannya, ya merasakannya tetapi sayang nya kita tidak mampu untuk mengungkapkan rasa yang sesungguhnya dari cinta itu sendiri. Maka selain tidak berwujud dan hanya bisa dirasakan kusimpulkan kehadirannya juga sendiri sangat sulit bisa kita terjemahkan dengan keterbatasan otak kita.
Mengutip tulisan tentang cinta.
“Cinta memiliki makna yang dalam, indah dan agung. Tak ada kata-kata yang mampu melukiskan keindahan dan keagungannya. Hakikat cinta tidak dapat di temukan selain dengan segenap kesungguhan pengamatan dan penjiwaan. Cinta tak di musuhi agama dan tidak dilarang syariat-Nya. Cinta adalah urusan hati, sementara hati adalah urusan ilahi” Ibnu Hazm El Andaluss
Betul kata penyair bahwa cinta itu adalah anugrah, kita hanya diberi sedikit kemampuan untuk merasakannya dan pemilik sebetul-betulnya cinta itu adalah penciptaNya.
Sucikanlah nama Tuhanmu Yang Maha Tinggi,yang menciptakan dan menyempurnakan (penciptaan-Nya),dan yang menentukan kadar (masing-masing) dan memberi petunjuk, (QS 87 Al -A’lAA: 1-3)
Kami akan memperlihatkan kepada mereka tanda-tanda (kekuasaan) Kami di segenap ufuk dan pada diri mereka sendiri, sehingga jelaslah bagi mereka bahwa ini adalah kebenaran. Dan apakah Tuhanmu tidak cukup (bagi kamu) bahwa sesungguhnya Dia menyaksikan segala sesuatu? (QS 41 FUSHSHILAT : 53)
![]() |
| Advertising |
- bagaimana cara kita mencintai?
Cinta itu anugrah, dan sebaik-baiknya anugrah, kita harus memperlakukannya dengan baik. Kita akan selalu merasakan cinta, kita akan selalu menikmatinya tetapi kita tidak akan pernah mengerti benar ketulusannya. Maka oleh karena itu tidaklah bisa mengharap cinta dari manusia tetapi yakini cinta yang ditimbulkan oleh manusia sebagai cinta yang diberikan oleh penciptanya. Sebaliknya cintailah karena penciptaNya.
Dengan cara itu lah kita akan dapat memahaminya agar mendapat sebuah kedinamisan dalam memperlakukan cinta.
"Cinta adalah kejujuran, ketulusan dan kesetiaan. Cinta sejati adalah kesucian yang harus dijaga. Cinta semestinya bermuara pada takwa dan kebersihan jiwa" ibnu hazm El Andalusy-denons-


Cinta laksana angin..tak bisa dilihat namun bisa dirasakan..
ReplyDeletecinta adalah, memberi tanpa mengharap kembali, cinta adalah ketulusan, cinta adalah dimana kita bisa sepenuhnya mencintai pencipta kita kemudian menikmati indahnya cinta dengan pasangan yang disahkan olehnya,
ReplyDeletesalam cinta dan romansa
www.alfarisy.top
Udah nikah blum nih ngomong2 kang lukman ini?
DeleteBenar kawan, berbagai notasi dan persepsi tentang cinta, namun harfiahnya satu jua... "Kasih sayang sebagaimana telah diciptakanNya"
ReplyDeleteBetul abah , terimaksih kunjungannya
DeleteCinta itu luas maknanya bisa ini bisa itu, yang paling penting semua dijalani dengan "cinta"
ReplyDeleteYoyoi.. Kang :D
Deleteini yang saya cari - cari, mantap nih
ReplyDelete