Mengenali aliran sesat


Sepintas yang terpikir kalo udah ngomongin aliran sesat pasti deh terlintas berbau-bau ritual kepercayaan, agama baru, rasul palsu dan lain lain bener gak?

Gak salah sih kalo kita berpikiran seperti itu...

Tapi kalo ngomongin hal seperti diatas nampaknya judul ini pasti terlihat berat dan juga bakalan  sempit pemaknaannya bener gak bro..

Sebelum membaca ini harus di ingat ya.. disini saya selaku penulis gak bermaksud bikin otak kalian berat, apalagi menyesatkan kalian. Malah saya sendiri sangat berharap untuk tidak menyesatkan kalian. Hahaha... yang jelas bacaan ini mungkin sangat jauh dari kata ilmiah dan lebih mengedepankan otak sehat menurut saya sendiri... jadi jangan serius banget deh bacanya..

Disini saya tidak mau menilai beberapa objek  yang kata orang  banyak di cap sebagai aliran sesat seperti yang mengaku nabi atau juga musik-musik pemuja setan, dan lain-lain.

Kita mulai bahas.

Aliran (Genre )sering kita terjemahkan sebagai suatu kepercayaan, keyakinan.

Secara bahasa bisa di bilang sesuatu yang mengalir sesuai arusnya pada suatu tempat (objek).  

Aliran sering kali dipakai dalam mengelompokan sesuatu hal seperti Seni, ilmu pengetahuan, nah yang paling kita kenal adalah musik dengan aliran-alirannya misalkan Punk, hardcore, ska , pop, metal, dangdut dan lain-lain.

“semua bisa berpotensi sesat, tapi bisa tidak sama sekali sesat” 

Sesat sering kita terjemahkan bisa salah arah, tidak menemukan jalan, kehilangan arah, mentok juga ok dan lain-lain yang bermakna sejenis, bayangannya sih seperti kalo kita masuk ke hutan dan setelah kita berada didalamnya kita tidak bisa menemukan arah untuk kembali keluar dari hutan itu.
“Itu namanya tersesat masuk akal kan yah"

Nah kalo saya satukan, aliran sesat itu adalah sesuatu yang mengalir pada objek tertentu dengan kandungan yang sifatnya membuat kita salah arah, mentok dan sejenisnya.

Biar gak pusing, sempitnya, aliran sesat juga saya artikan objek yang menyesatkan.  Setuju ?
“setuju atau tidak  itu terserah kalian aja.. hahaha...”

Aliran sesat ini bisa berada dimana saja mungkin juga sangat dekat dengan kita di sebelah kita di depan kita dibelakang bahkan bisa mengalir dalam pikiran kita. bukan saja disaat menganut sebuah paham, melihat, mendengar, merasakan bahkan sedang mempelajarinya pun kita bisa saja tersesat.

Bahaya jugakan bro, Karena dampak dari kesesatan ini bakalan terasa dalam waktu yang tidak singkat apabila kita tidak secara sigap menyadarinya.

padahal sering kali kita melihat sesuatu yang kita pandang sesat, tetapi tidak dapat di pungkiri mungkin kita pun sedang tersesat.

Contoh :

  1. pada saat kita memahami pelajaran dari bapak ibu guru kita bisa saja sesat atau lebih sesat lagi karena salah menilai dan memahaminya lalu menyampaikan kepada yang lain bahkan bisa super sesat kalo kesesatan di mulai dari sang guru yang tidak paham akan materi yang disampaikannya.
  2. Saat memaksakan menonton televisi yang menurut kalian tidak patut ditonton dan mengakibatkan persepsi yang lari dari realita. “ hari ini ketawa liat lawak tv juga kepaksa”

Dari 2 contoh sesat diatas pasti menimbulkan pertanyaan,
"kok bisa ya?"
Coba aja kita pikir kalo otak kita mentok dan tidak bisa mengerti maksud dari tujuannya, sampai kita pahami sesuai maksud yang ada pada benak si penyampai atau si penyampai  yang memberikan sebuah objek yang sebetulnya objek tersebut tidak dipahami oleh si penyampai.

Jangan-jangan mungkin memang kita sedang tersesat.

Nah dari sekarang jangan sempit menilai kalo aliran sesat hanya berada di objek yang bersifat ritual atau kepercayaan yang berbentuk agama, atau ideologis karena ternyata hal-hal di sekeliling kita bisa di aliri kesesatan. 
"Jadi ada perasaan ngeri sesat."
Ya wajar karena pada dasarnya gak ada manusia manapun yang ingin tersesat.

Tapi yang bikin ngeri menurut saya adalah karena sampe sekarang belum bisa menemukan kata yang pas sebagai lawan kata dari kata sesat.

Sedikit Tips untuk terhindar dari kesesatan.

tapi inget pengantar diatas yah! saya berharap tps ini tidak menyesatkan kalian jadi kalo kalian sesat itu bukan tujuan saya.

Sebetulnya kita tidak usah merasa takut sesat dalam mempelajari segala hal apalagi yang baru hinggap menjadi pertanyaan dalam otak kalian.

Kalo saja takut bertemu hal baru itu sudah sangat bahaya karena kalo begitu sama saja dengan memotong sepenggal daging dari otak kita sendiri.
S.I.M.P.L.E   Adalah jawaban yang mau saya utarakan.. 
Gunakan akal sesuai anjuranNya!

Bahwa akal inilah kemegahan itu. Pasti kalian tau bagaimana cara akal bekerja yang selalu saja mencari sebuah sebab  dengan pertanyaan-pertanyaan untuk pencapaian suatu kebenaran. Ya itu, itu satu-satunya cara menggunakan otak
"Otak kita selalu membaca sesuatu apapun yang hadir"
Contoh :

bila kendaraan kita mogok pasti saja kita segera turun dari kendaraan kita dan mencari tahu dimana kerusakannya.

Bila seseorang pasien sakit pasti seorang dokter mencari penyebab sakitnya untuk segera di obati.

Yang lebih kerennya lagi otak kita tidak bisa berkelit dan berbohong  dalam memaknai suatu kebenaran mutlak (fakta). Maka apabila digunakan sesuai dengan anjuran otak kalian lah yang akan merasakan dalam memilah segala sesuatu hal dan memfilter aliran sesat yang terbawa arus pemikiran sehebat apapun.

“mengalihkan segala sesuatu  yang bisa di aliri oleh kesesatan dengan sesuatu yang bernaung dalam konsepsi kebenaran mutlakNya.”
“Karena ketika sesuatu itu ada pasti ada yang membuatnya ada”

memang susah menemukan kata yang pas sebagai lawan kata sesat tp setidaknya bisa melawan pemaknaannya.

“kita tidak pernah tidak menemukan jalan, mentok ,kehilangan arah, jika sesuatu itu dialiri suatu kebenaran"

Manusiakah manusia ketika ia hanya mampu hidup dengan bermantelkan prasangka keliru, tidak pernah mau sedikit pun mencari pelurusan, mencari kebenaran? 

Mudah-mudahan saja tulisan ini yang jauh dari kata ilmiah dan lebih mengedepankan otak sehat menurut saya sendiri...  tidak membuat kalian tersesat. amin

Selalu berintropeksi diri adalah cara mengenal potensi kesesatan pada diri kita sendiri. 

Apa mungkin sekarang kita sedang tersesat dan tidak tahu arah???

Dan saran saya sendiri jangan biarkan diri kalian tersesat.

denons

4 comments:

  1. Bagus banget tulisannya abang..salut aku.

    ReplyDelete
  2. Teruskan kawan " Allahuakbar"!!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sangat butuh dukungannya kawan .. Jazakumullah khairan katsiran.

      Delete
  3. jadi kesesatan itu ada pada pemahaman yang dipikirkan oleh otak. Bisa jadi.

    ReplyDelete

Instagram