Banyak di antara manusia yang merasa dirinya hebat entah karena faktor kecantikan, kegantengan, keturunan, kekayaan materi, kekuasaaan, jabatan, kepintaran, prestasi
Banyak diantara manusia ; pejabat, rakyat biasa, pimpinan, bawahan, orang awam, alim, da’i, aktivis dakwah, rasa sombong pun bisa menghinggapi yang akhirnya kita manusia merasa besar.
Coba kita lihat penciptaan alam semesta, langit dan jagat raya yang sesungguhnya lebih besar dan lebih hebat daripada manusia.
Kaliankah yang lebih sulit penciptaannya ataukah langit yang Allah bangun? Dia meninggikan bangunanannya, lalu menyempurnakannya (TQS 79: 27-28).
Sebagaimana kita tahu, ditatasurya kita ada 9 planet. Berdasarkan, yang terkecil adalah Merkurius, lalu Mars, kemudian Venus. Selanjutnya ada Bumi, Uranus, Neptunus, Saturnus, Jupiter dan Pluto.
Itu baru seputar tatasurya, di Galaksi Bimasakti. Lalu pernahkah kita menyadari, berapa sesungguhnya luas langit?
Asal tahu, dalam waktu 1 detik, kecepatan cahaya bisa mencapai sasaran 186.000 mil/300.000 km atau 6.000.000.000.000 (6 triliun mil/tahun). Jarak inilah yang disebut ’satu tahun cahaya’.
Bulan adalah benda langit yang paling dekat ke bumi. Jaraknya sekitar 240.000 mil. Lalu ada matahari. Jaraknya dari bumi adalah 93.000.000 mil.
Adapun jarak bintang yang paling dekat ke bumi adalah 4 tahun cahaya/23.000.000.000.000 (23 triliun) mil. Di belakangnya ada Bintang Altair; jaraknya 14 tahun cahaya. Kemudian Bintang Vega, jaraknya 30 tahun cahaya. Lalu Bintang Acturus, jaraknya 50 tahun cahaya/290 triliun mil. Ini belum seberapa. Sebab, ada bintang yang jaraknya dari bumi adalah 1000 tahun cahaya. Di belakang galaksi kita, Galaksi Bima Sakti, ada sejumlah bintang, di antaranya Bintang Andromeda, yang berjarak dari bumi 1 juta tahun cahaya. Ingat, di belakang Andromeda, masih banyak bintang yang tentu lebih jauh jaraknya.
Lalu berapa sesungguhnya jumlah bintang di langit? Menurut para astronom, jumlah bintang di langit tak kurang dari 30 miliar. Itu hanya di galaksi kita saja. Padahal jumlah galaksi di langit diperkirakan lebih dari 500.000!
Sekarang kita beralih ke matahari. Kekuatan cahaya matahari setara dengan 300.000.000.000.000.000.000.000.000 kali cahaya lilin. Ini belum seberapa. Sebab, ada Bintang Sirius, yang sinarnya 26 kali lebih kuat dari matahari. Sejumlah bintang lain ada yang 100 kali lebih kuat sinarnya dari matahari. Ini pun belum seberapa. Sebab, sains modern telah mampu menyingkap fakta, bahwa ada bintang yang kekuatan cahayanya 500.000 kali sinar matahari.
Sekarang, mari kita renungkan volume benda-benda langit yang ada. Volume Bumi kita adalah 1 triliun km2 Volume matahari 1.300.000 kali lebih besar dari volume Bumi. Berat Bumi kita adalah 5.000.000.000.000.000.000.000 ton. Adapun massa matahari kira-kira 332.000 kali Bumi. Ini belum seberapa. Sebab, Bintang Andromeda memiliki massa 1.000.000.000 kali matahari. Ini karena garis tengah matahari hanya 390.000 km, sedangkan garis tengah Bintang Adromeda mencapai 30.000 tahun cahaya atau 1.000.000.000.000.000.000.000.000.000.000 kali matahari!
Langit itu Kami bangun dengan kekuasaan (Kami). Sesungguhnya Kami pun meluaskannya (TQS 51: 47).
Sekarang, coba bandingkan semua itu dengan besarnya tubuh kita, rumah, kekayaan, atau pulau yang dimiliki.
Jika pada dasarnya kita ini sesuatu yang “tidak ada” karena “tidak kelihatan” dibandingkan dengan besar dan luasnya jagat raya ini, lalu apanya yang besar dan hebat dari diri kita? Apa sebetulnya yang pantas kita sombongkan di hadapan manusia, apalagi di hadapan Pencipta sekaligus Pemilik jagat raya ini?
dalam hadis qudsi
“Kebesaran adalah pakaian-Ku. Kesombongan adalah selendang-Ku. Siapa saja yang merampas keduanya dari Diri-Ku, Aku akan melemparkannya ke dalam neraka.” (HR…)
Yah siapapun kita jangan merasa besar dan meremehkan yang kecil karena sekecil apapun, didunia ini pasti mengandung makna dalam penciptaanNya. karena dari hal kecil kita bisa mengetahui sesuatu yang besar hingga yang maha besar yaitu penciptanya itu sendiri.

No comments:
Post a Comment